Pelatihan Kelompok Sadar Wisata

Dokumen resmi dari Disbudparpora Kota Madiun

Pelatihan Kelompok Sadar Wisata

13 Feb 2026 3 dilihat 2 hari ini INFORMASI SETIAP SAAT
Pelatihan Kelompok Sadar Wisata
Pelatihan Kelompok Sadar Wisata

MADIUN – Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga terus mematangkan pengembangan pariwisata daerah. Sebagai langkah strategis, Disbudparpora menggelar kegiatan Pembinaan Pelaku Usaha Jasa Pariwisata dan Penguatan Kelembagaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di The Sun Hotel, Selasa (10/2).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Plt. Wali Kota Madiun, Bapak F. Bagus Panuntun, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta Camat, Lurah, dan Ketua Pokdarwis dari 27 Kelurahan se-Kota Madiun.

Dalam sambutannya, Plt. Wali Kota Madiun menekankan bahwa arah pembangunan pariwisata Kota Madiun ke depan tidak boleh hanya berpusat di Pahlawan Street Center (PSC). Menurutnya, Pokdarwis memegang peranan krusial sebagai ujung tombak pembangunan pariwisata berkelanjutan yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi UMKM di masing-masing wilayah.

"Kita ingin pariwisata ini merata. Setiap kelurahan harus mampu menggali potensi uniknya masing-masing. Terlebih, dalam waktu dekat sebelum Bulan Suci Ramadan 2026, Pemerintah Kota Madiun akan meluncurkan Paket Wisata Religi. Ini adalah peluang besar yang harus disambut kesiapan Pokdarwis di tingkat kelurahan," tegas Bapak F. Bagus Panuntun.

Kehadiran Pokdarwis di masyarakat berfungsi sebagai motor penggerak sadar wisata (Sapta Pesona) sekaligus kreator daya tarik (atraksi) di tingkat kelurahan. Untuk mewujudkan Kelurahan Wisata (KAWISTA) yang mandiri, para peserta pembinaan dibekali dengan materi komprehensif dari para pakar dan praktisi.

Adapun materi dan narasumber dalam pembinaan ini meliputi:

Tata Kelola Destinasi dan Penguatan Kelembagaan, yang disampaikan oleh Bapak Dr. Destha Titi Raharjana, S.Sos, MS.i dari Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM.

Pengembangan Produk Ekonomi Kreatif (Ekraf), oleh Bapak Faizal Rachman (Praktisi Ekraf), guna mendorong inovasi produk UMKM lokal agar memiliki nilai jual tinggi bagi wisatawan.

Teknik Storytelling dan Penggalian Narasi Sejarah, oleh Bapak Septian Dwita Kharisma (Pegiat Sejarah), untuk melatih, mendalami cerita sejarah lokal menjadi daya tarik wisata yang memikat.

Melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan dukungan infrastruktur, tata kelola, hingga pendataan dari berbagai OPD, diharapkan pariwisata Kota Madiun semakin maju, berkelanjutan, dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Lampiran Dokumen