Perguruan Merpati Putih
Temukan destinasi menakjubkan di Kota Madiun ini
Pada awalnya ilmu beladiri Marpati Putih merupakan ilmu keluarga Keraton yang diwariskan secara turun-temurun yang pada akhirnya atas wasiat Sang Guru ilmu Merpati Putih diperkenankan dan disebarluaskan dengan maksud untuk ditumbuhkembangkan agar berguna bagi negara. Awalnya aliran ini dimiliki oleh Sunan Amangkurat I Mataram Islam, kemudian ke BPH Adiwidjojo (Grat I). Lalu setelah Grat ke tiga, R. Ay. Djojoredjoso ilmu yang diturunkan dipecah menurut spesialisasinya sendiri-sendiri, seni beladiri ini mempunyai dua saudara lainnya. yaitu bergelar Gagak Samudro dan Gagak Seto. Gagak Samudro diwariskan ilmu pengobatan, sedangkan Gagak Seto ilmu sastra. Dan untuk seni beladiri diturunkan kepada Gagak Handoko (Grat IV). Dari Gagak Handoko inilah akhirnya turun temurun ke Mas Saring lalu Mas Poeng dan Mas Budi menjadi PPS Betako Merpati Putih. Merpati Putih (PPS Betako) resmi dibentuk pada 2 April 1963 di Yogyakarta. Lebih lanjut, nama Merpati Putih diambil dari falsafah Jawa yakni “Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening” yang berarti mencari sampai mendapat kebenaran dengan ketenangan. Nama tersebut juga memiliki filosofi tersendiri bagi para anggota, yaitu dapat menyelaraskan hati serta pikiran dalam setiap perbuatan dan tindakan. Seiring perkembangannya, ilmu Merpati Putih ditumbuh kembangkan untuk negara. Alhasil, pada awalnya ilmu beladiri ini khusus diajarkan kepada Komando Pasukan Khusus atau Kopassus di setiap kesatuan ABRI (sekarang TNI) dan Polisi serta Pasukan Pengawalan Kepresidenan (Paspamres). Kemudian berkembang menjadi perguruan bela diri di kesatuan-kesatuan militer Indonesia lainnya. translate ke inggris
Destinasi Terkait
Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) Tunas Muda
LIHAT DETAIL
Tapak Suci Putera Muhammadiyah
LIHAT DETAIL
Persaudaraan Setia Hati Terate PSHT
LIHAT DETAIL